PKS merosot di berbagai survei pasca bergulirnya kasus suap kuota impor
daging sapi yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq. Kini, tersisa 3 bulan
jelang Pemilu pada 9 April untuk membuktikan elektabilitas. Apa PKS
masih yakin dapat suara besar?
"Saya sadar bahwa pengaruh kasus
ini besar, tapi setelah hampir setahun terjadi kami sudah bekerja keras.
Sudah mengatasi dampaknya, atau damage control," kata Anis Matta usai
berdiskusi di kampus UI, Depok, Selasa (7/1/2014).
"Saya cukup yakin langkah ini relatif berhasil dan saya kira kepercayaan publik bisa kembali (kepada PKS)," imbuhnya.
Anis
mengatakan, salah satu indikator dari pulihnya kepercayaan itu yaitu
yang sering disebut oleh elit PKS dengan kemenangan di Pilkada Sumut dan
Jabar.
"Itu menunjukkan secara perlahan kepercayaan publik kembali ke kita," tegasnya.
Lebih
jauh Anis menilai secara umum saat ini kepercayaan masyarakat terhadap
parpol memang sedang menurun, karenanya perlu dibuktikan dengan kerja
politik di Pemilu 2014.
"Menurut saya cara berkampanye yang harus
diubah, tampilkan kejujuran yang natural melalui hubungan langsung dan
hindari kontak tidak lansung. Ini bisa membantu parpol rebut kepercayaan
pubik," ucap mantan wakil ketua DPR itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar